[ REVIEW ] Drama Korea Tomorrow: Jangan Menyerah dan Tetaplah Hidup



"Esensi hidup adalah penderitaan. Manusia harus belajar untuk hidup bersamanya."

Di mana ada Rowoon, di situ ada aku.

Hehe, palsu U El, The King of Affection aja belum selesai ditonton.

Belakangan Rowoon aktif banget nge-drama. Dan emang akting Rowoon tuh bagus. Se-ba-gus itu.

Makanya waktu drama Korea Tomorrow muncul, saya seneng banget karena bukan drama tema kerajaan lagi. Monmaap otak nge-lag banget kalau nonton drama tema kerajaan.

Akhirnya bisa nonton dramanya Rowoon lagi!!

Pemain Drama Korea Tomorrow


Drama ini diperankan oleh lima pemeran utama yang bekerja di Jumadeung, kantor alam baka.

Rowoon sebagai Choi Jun Woong

Kim Hee Seon sebagai Koo Ryeon

Lee Soo Hyuk sebagai Park Joong Gil

Yun Ji On sebagai Lim Ryung Gu

Kim Hae Sook sebagai direktur Jumadeung.

Sinopsis Drama Korea Tomorrow


Drama Korea Tomorrow mengisahkan Choi Jun Woong yang diperankan oleh Rowoon, yang selalu gagal mendapatkan pekerjaan. Di tengah keputusasaannya di pinggir sungai, ada orang lain juga yang sama putus asanya dan hendak melompat dari jembatan. Choi Jun Woong pun panik dan berusaha menyelamatkan orang tersebut.

Koo Ryeon dan Lim Ryung Gu merupakan malaikat maut yang bekerja di divisi Tim Manajemen Risiko datang di saat bersamaan dan meminta Jun Woong tidak ikut campur. Tapi terlambat, Jun Woong malah ikut terjatuh ke bawah saat menyelamatkan orang tersebut dan mengalami koma.

Jun Woong yang koma pun arwahnya dibawa ke Jumadeung. Di sana, ia diberikan dua pilihan. Pertama, ia akan koma selama tiga tahun. Kedua, ia akan bangun dalam 6 bulan asalkan mau bekerja di Jumadeung.

Sepakat untuk bekerja di Jumadeung, ia sempat masuk ke tim penyuntingan sebelum akhirnya masuk ke Tim Manajemen Risiko yang khusus menyelamatkan orang-orang yang akan mengakhiri hidup.

Tiap episodenya, penonton akan melihat kasus dari mereka yang nyaris menyerah hidup hingga akhirnya dibantu tim Manajemen Risiko untuk tetap bertahan.

Di sisi lain, malaikat maut pun menyimpan masa lalu kelamnya masing-masing.

Review Drama Korea Tomorrow

Drama Korea dengan konsep ini udah nggak asing lagi, mungkin seperti Move to Heaven atau Mystic Pop Up Bar. Tapi pengemasannya tentu berbeda dan jokes Drama Korea Tomorrow ini masuk banget sih sama kehidupan sehari-hari.

Baca: Review Move to Heaven

Baca: Mystic Pop Up Bar

Jun Woong yang tiba-tiba harus bergabung dengan Koo Ryeon dan Ryung Gu awalnya ditolak, justru perlahan meningkatkan chemistry di antara ketiganya.

Jun Woong yang awalnya ngeyelan dan gegabah banget, justru diberikan kepercayaan untuk membantu mereka yang nyaris menyerah akan hidupnya.

Notes: Stop baca kalau kamu belum nonton dan nggak suka spoiler!

Jangan menyerah, karena kehidupan dan diri kita berharga



Hidup memang berat ygy, tapi jangan sampai membuat kita menyerah. Setiap episodenya, penonton akan melihat luka dari orang-orang yang memutuskan menyerah.

Dari setiap episodenya juga, kita nggak boleh menilai dari luar saja tentang kehidupan seseorang. Yang terlihat baik-baik saja kadang nggak selamanya baik-baik saja. Yang terlihat kuat, bukan berarti nggak punya titik menyerah.

Tapi dari setiap penyelamatan Tim Manajemen Risiko, perlu diketahui kalau hidup itu berharga, kita itu berharga. Jadi, kita harus tetap bertahan.

Paling nangis ngeliat episode orang-orang yang merasa dirinya nggak seberharga itu sih bahkan sampai tua dan mendekati ajal. Hadirnya Tim Manajemen Risiko pun membuat mereka sadar kalau mereka berharga.

Nggak bisa bayangin sih kalau mereka semua pergi meninggalkan dunia tanpa menyadari mereka berharga.

Kisah Lim Ryung Gu yang menolak bereinkarnasi

Lim Ryung Gu, sosok yang awalnya menyebalkan dan selalu pulang tepat waktu, ternyata menyimpan penyesalan dalam hidupnya.

Ada alasan besar di balik jam kerjanya yang tepat waktu: Mencari seseorang yang ia rindukan sepanjang hidupnya yaitu sang ibu.

Demi mencari seseorang itu, ia pun pulang kerja tepat waktu. Di saat sudah bertemu seseorang yang sudah dicari, ia harus menelan pil pahit kalau orang yang disayanginya nyaris menyerah dalam hidupnya.

Ia pun berusaha agar orang yang disayanginya tidak menyerah dalam hidup.

Di akhir, ia bersikap egois dan mengembalikan ingatan seseorang yang disayanginya meski sekejap. Parah sih itu momennya langsung membuat menangis tersedu-sedu.

The real menyatu dengan lirik lagu "MERINDUKAN HADIRMU ADA DI SINI~~~~"

Kisah Koo Ryeon dan Park Joong Gil yang takdirnya terputus

Sejak awal, penonton udah tau kalau ada sesuatu antara Koo Ryeon dan Park Joong Gil. Koo Ryeon yang dulunya mengakhiri hidupnya merasa menyesal dan ingin membuat orang lain tidak menyesali keputusan itu seperti dirinya.

Karena mereka yang mengakhiri hidup, berarti memutus takdirnya dengan orang yang disayang.

Park Joong Gil yang lukanya menancap begitu dalam selama hidup usai ditinggalkan Koo Ryeon akhirnya menjadi Kepala Pengawalan Arwah setelah dua kali bereinkarnasi.

Namun di akhir, ia mempertanyakan mengapa Koo Ryeon selalu ada di mimpi buruknya.

Di penghujung drama, hubungan yang terputus di antara mereka pun terungkap. Saya suka momen di antara keduanya yang sama-sama mengerti porsi masa lalu dan masa kini.

Ending yang melegakan tentang orang yang dulu pernah berada dalam takdir yang sama, kini menjalani takdir hidupnya sendiri-sendiri.

Suka banget sama couple ini, tapi kita juga harus move on ygy kaya mereka.

Kisah Choi Jun Woong, yang menjadi malaikat maut di Tim Manajemen Risiko

Menjadi malaikat maut agar bisa segera bangun dan bertemu keluarganya, Jun Woong yang sensitif akhirnya melalui banyak hal dan bisa membantu Tim Manajemen Risiko 

Bahkan, kehadiran Choi Jun Woong bisa membantu beberapa dari mereka yang nyaris menyerah melalui hidup. Choi Jun Woong juga bisa membuat suasana di Tim Manajemen Risiko menjadi lebih hangat. Ia membela keadilan dan kebenaran, berani menyuarakan pendapatnya demi timnya.

Akhir kisah yang tidak drama, tapi penuh kelegaan



Saya pikir, bakal ada kisah menyedihkan saat Jung Woon harus kembali ke dunia yang fana. Ternyata, Tim Manajemen Risiko nggak berlebihan karena tau Jung Woon masih harus menjalani hidupnya, takdirnya.

Sedangkan Jung Woon kembali ke dunia fana tanpa mengingat apapun. Awalnya saya sempet sedih karena Jung Woon nggak inget apapun sedangkan momen mereka bertiga bersama tuh manis banget.

Tapi ternyata, semua terjawab waktu di ending, Koo Ryeon bilang.

"Sampai ketemu 50 tahun lagi."

Terus saya senyum, ikutan legaaa banget karena ternyata perpisahan nggak melulu harus dirayakan dengan kesedihan. Koo Ryeon dan Ryung Gu sama-sama nggak nangis karena Jung Woon punya takdirnya sendiri yang harus dijalani, dan pada saatnya nanti ketika takdir Jung Woon selesai, mereka bisa ketemu lagi. Nggak tau ya saya nonton drama kok alay banget, tapi ya saya dapet banget pesan dari drama ini.

Jalani takdirmu, semua berjalan sesuai porsinya. Jangan mendahului takdir. Pokoknya kalau memang belum waktunya untuk pergi, lakukan yang terbaik dalam hidup kita. Jangan menyerah dulu!

Akhir kata, Park Joong Gil ganteng banget, pemirsa...



Comments

Paling banyak dibaca