[ REVIEW ] Drama Korea Just Between Lovers: Sebuah Perjalanan Menyembuhkan Luka

11:32 PM

Source: Soompi.com

“Dikatakan, hidup adalah tentang membiasakan diri pada perpisahan. Tapi tidak. Tidak ada orang yang terbiasa pada perpisahan," - Ha Moon Soo.

Saya selalu suka saat Korea Selatan memasuki musim dingin. Meski belum pernah menikmatinya langsung, tapi musim dingin di Korea Selatan itu entah gimana terasa hangat buat saya yang ada di Indonesia.

Sangat syahdu. Seperti setiap kali mendengarkan Via Vallen bernyanyi lagu 'Sakit Hati'.

AKU TLAH KAU BUAT SAKIT HAAAA~~ TI~~ MENDERITA KARENA CIN~~ TAAMUUU~

(Anaknya suka nggak terkendali kalau urusan dangdutan)

Musim dingin di Korea biasanya ditandai dengan rilisnya lagu-lagu mellow yang menggambarkan perasaan dingin dalam kehidupan seseorang. Nggak Cuma musik, tema beberapa drama Korea juga disesuaikan dengan musim. Untuk tahun 2017, satu drama yang mencuri perhatian saya adalah 'Just Between Lovers'.

Awal tertarik untuk menonton 'Just Between Lovers' itu karena lihat posternya yang emang terlihat syahdu, sederhana tapi indah. Bukan, kali ini bukan syahdu seperti mendengar lagu 'Sakit Hati' yang di-cover Via Vallen, tapi syahdunya kaya yang rasanya 'nyeeeeessssss' setiap kali lihat posternya. Nyentuh aja di hati. Ngerti nggak sih perasaan macam itu?? Ngerti nggak?

Source: Soompi.com
Source: Soompi.com
Satu faktor yang akhirnya membuat hati ini semakin tergugah untuk nonton 'Just Between Lovers' adalah artisnya yang nggak mainstream. Seperti apakah artis yang mainstream di mata Elga Maulina Putri? 

Artis mainstream ialah Suzy, Lee Jong Suk, Park Shin Hye, Lee Min Ho, dkk.

Sedangkan, pemeran utama 'Just Between Lovers' adalah Junho 2PM dan Won Jin A.

Kalau menurut kalian Junho 2PM adalah aktor mainstream, itu tidak buat saya. Junho selamanya adalah penyanyi di mata saya, yang punya kelebihan lain berupa bakat akting. Setiap kali Junho tampil sebagai aktor, selalu saja membuat saya berdebar dan penasaran aktingnya akan seperti apa. Meskipun ini bukan drama pertamanya.

Source: Soompi.com

Saya menonton 'Just Between Lovers' tanpa membaca sinopsisnya terlebih dahulu. Jadi, saya pun akan bercerita tentang drama ini tanpa teori yang tersebar di dunia maya. 

Jadi mohon jangan hujat saya, netizen......

Drama 'Just Between Lovers' menceritakan dua orang yang mengalami kecelakaan saat masa remaja. Junho dan Won Jin A, sama-sama mengalami trauma akibat kecelakaan itu. Nggak hanya trauma, mereka juga harus kehilangan anggota keluarga dan impiannya. Sementara mereka hidup terpisah selama beberapa tahun dan berjuang untuk tetap hidup, suatu hari akhirnya mereka kembali dipertemukan. Bersama-sama, mereka saling menyembuhkan trauma dan luka yang selama ini menyelimuti diri.

Junho as Lee Gang Doo | Source: Soompi.com

Pertama kali saya lihat akting Junho adalah dalam film 'Twenties' yang diperankan bareng Kim Wo Bin dan Kang Ha Neul. Sempet juga nonton Junho dalam drama 'Memory', ya okelah. Sayangnya saya malah belum nonton aktingnya dalam drama 'Chief Kim' yang katanya bagus banget itu. Tapi melihat aktingnya di drama 'Just Between Lovers', saya udah yakin lah bilang aktingnya Junho sangat sangat sangat bagus.

Aku sih yes, nggak tahu mas Dhani~

Akting Junho dalam drama 'Just Between Lovers' sangat natural. Bener-bener kita akan lupa akan sejatinya Junho ini di dunia nyata. Di dalam drama ini, Junho sangat sukses berperan sebagai Lee Gang Doo, bahkan hanya dari tatapan matanya. Junho berhasil membuat penonton tenggelam dalam lautan luka.

*Lalu mendadak ingin nyanyi lagu 'Butiran Debu'*

Won Jin A as Ha Moon So | Source: Soompi.com

Sementara Won Jin A, berperan sebagai pemeran wanita utama. Baca-baca di internet sih dia lolos audisi dari 200 peserta. Meski udah berperan di beberapa film, 'Just Between Lovers' adalah drama pertamanya. Ragu? Iya. Awalnya tuh saya kaya yang agak was-was takut Won Jin A nggak bisa mengimbangi akting Junho dan berujung menggagalkan drama ini. 

Ya kenapa juga sih di umur segini saya masih was-was sama hal macam ini.... Jodoh pikirin napa jodoh, diem-diem bae. :(

Yak tapi Allah SWT lagi-lagi menampar hambanya yang masih sering suudzon. Pas awal-awal episode akting Won Jin A belum menonjol sih. Tapi setelah beberapa episode, Won Jin A yang memerankan Ha Moon So ini berhasil menyampaikan emosinya ke penonton.

Terpenting, Jinho dan Won Jin A benar-benar bisa menyampaikan chemistry sebagai dua orang yang saling mencintai dan berjuang bersama-sama untuk sembuh dari luka.

Lee Ki Woo as Seo Joo Woon | Kang Han Na as Jung Yoo Jin | Source: Soompi.com

Selain pemeran utama, tentu saja sebuah drama tak seru tanpa hadirnya orang-orang ketiga. Di sini para barisan orang ketiga itu diperankan oleh Lee Ki Woo dan Kang Han Na. Saya baru pernah lihat aktingnya Lee Ki Woo dan saya bilang sih biasa aja. Bagus, tapi nggak luar biasa. Kurang sampai sih emosinya. Sedangkan Kang Han Na, saya pernah lihat aktingnya di drama 'Moon Lovers'.  Nggak ada peningkatan berarti, aktingnya gitu-gitu aja buat saya. Untungnya, Kang Han Na sedikit lebih sukses menyampaikan emosinya daripada Lee Ki Woo.

Pemeran lainnya yang perlu diacungi jempol di sini adalah aktris senior Na Moon Hee yang berperan sebagai nenek Lee Gang Do. Chemistry Na Moon He dan Junho dapet banget, layaknya nenek dan cucu yang tiap hari berantem tapi saling menyayangi. Selain itu juga ada Yoon Se Ah yang jadi pemilik karaoke (atau bar?) (Ye malah nanya). Sukses berperan sebagai Ma Ri, Yoon Se Ah bakal bikin penonton betah melihat konflik kehidupannya tanpa skip-skip.

Na Moon Hee as Nenek | Source: Soompi.com

"Nenek pernah berkata, 'Kehidupan adalah penyesalan dan kegagalan yang berulang. Aku dengan sinis bertanya, 'Lalu apa gunanya hidup?'. Lalu nenek berkata lagi, 'Itu agar kita membuat penyesalan dan kesalahan menjadi lebih baik. Jadi, jangan bersikap pengecut."

Yoon Se Ah as Ma Ri | Source: Soompi.com

Waspada, spoiler dimulai!

'Just Between Lovers' mengisahkan sebuah kecelakaan runtuhnya gedung mall yang menyebabkan banyak korban tewas dan luka-luka. Di sanalah, Lee Gang Do bertemu Ha Moon So sebagai korban selamat yang sekarat dan menunggu pertolongan. Ha Moon So berhasil diselamatkan terlebih dahulu sementara Lee Gang Do masih harus terjebak selama beberapa hari. 

"Mereka selalu menganggap yang meninggal adalah korban. Lalu  bagaimana dengan mereka yang selamat? Bukankah mereka juga korban?," - Lee Gang Do.

Dalam kecelakaan itu  Ha Moon So harus kehilangan adiknya sementara Lee Gang Doo kehilangan ayahnya. Tentu saja konflik nggak hanya berputar di Gang Doo dan Moon So sebagai korban, orangtua Moon So pun kena imbasnya. Hingga bertahun-tahun berlalu, sang ibu belum bisa merelakan anak keduanya pergi. Awalnya sempat berpikir, "Emang beneran ada ya orang yang selama bertahun-tahun belum bisa sembuh lukanya?". Itu masih jadi pertanyaan besar buat saya tiap kali lihat ibunya Ha Moon So. Karena sependengaran saya, waktu selalu bisa menyembuhkan segalanya. Tapi dari episode ke episode, semakin mengerti dan tidak menghakimi. 

HAMDALAH.

Begitu juga dengan Gang Doo dan Moon So. Mereka selama ini hidup dalam kesakitan, trauma setiap kali masuk mall, bahkan sama-sama nggak berani naik lift. Mereka mati-matian untuk tetap hidup padahal segala impian dan harapannya udah mati. Paling nyesek sih waktu mereka sama-sama mengatakan 'Seandainya tidak terjadi kecelakaan itu' lalu membayangkan masa depan. Mereka sama-sama sedih waktu membayangkan, tapi memutuskan menyimpan kesedihan itu dan memilih tertawa bersama. Saling menguatkan.

SCENE ITU NGENA BANGET SIH.

Manusia mana sih yang nggak pernah ngebatin 'Seandainya', manusia mana??!!??

"Kamu bodoh? Pria mana yang mau memberikan bahunya semalaman kalau bukan pada wanita yang dicintai?" | Source: Soompi.com

Ini mungkin jadi drama paling menye-menye yang pernah saya tonton. Tiap kali nonton tuh berasa ada awan hitam tepat di atas kepala. Setiap episode drama ini sangat membuat emosi naik turun. Dalam beberapa menit saya akan sedih banget, dalam beberapa menit kemudian saya senyum-senyum. Realistis. Seperti kehidupan yang sebenarnya.

Yang paling bikin saya jatuh cinta sih sosok Lee Gang Doo. Dia jagoan, tukang berantem, dan semua hal bisa beres sama dia. Tapi di sisi lain, dia juga lemah. Nggak sekuat itu. Lee Gang Do jadi sosok yang paling masuk akal sepanjang saya nonton drama Korea. Biasanya tuh sosok pemeran utama pria di drama Korea pasti sempurna sekali. Di drama 'Just Between Lovers' nggak gitu, cuma ada dua orang yang rapuh dan saling menguatkan, yang berusaha untuk bahagia.

"Karena kehidupan kita sudah sangat berat, ayo kita menjadi lebih bahagia dari orang lain!," - Lee Gang Doo.

16 episode, penonton akan mellihat sebuah perjalanan menyembuhkan luka. Mulai dari besarnya rasa trauma, dukungan dari orang-orang dekat, genggaman orang-orang tersayang, hingga akhirnya keinginan untuk sembuh demi melihat senyum orang-orang yang kita cinta.

“Katanya semua orang punya penjaranya sendiri. Gang Doo, bukankah perkataan ‘Penjara diri sendiri’ terdengar aneh? Meskipun tidak ada yang mengunci kita, tapi kenapa kita tak bisa keluar?,” – Ha Mon Soo.

Ya pemirsa, setiap orang punya kenangan masa lalu yang menyakitkan. Tetap memenjarakan diri sendiri atau berjuang sembuh adalah pilihan masing-masing.

Ini adalah drama yang bikin senyum ketika ditonton. Karena melihat luka yang akhirnya sembuh itu, membahagiakan.

Source: Soompi.com

You Might Also Like

4 komentar

  1. ah, ku juga dah nonton film ini, filmnya emang agak boring, tapi ceritanya bagus, orang-orang yang traumatized ne bukan cuman sekedar candaan doang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju sih, drama ini memang ditujukan khusus untuk mereka yang punya trauma mendalam dan orang-orang agar lebih memahami perasaan orang-orang yang mengalami rasa trauma.

      Hapus
  2. Drama ini bukan boring sih emg alurnya lambat krn nyeritain secara detail setiap kjadian.. bgus bgt pesan pesannya jg ngena bgt sumpah meski ceritanya sangat sederhana tp pemain memainkn peran mereka dgn luar biasa

    BalasHapus
  3. Pesannya yang disampaikan lewat cerita dan pemainnya dapet banget sih, nyampe banget ke penonton.

    BalasHapus

Berikan komentarmu untuk tulisan ini, yuk!

Subscribe