Skip to main content

Highlight

Lebih Sakit Meninggalkan atau Ditinggalkan?

[ REVIEW ] Drama Korea Mystic Pop Up Bar: Manusia Butuh Seseorang untuk Mendengarkan Ceritanya


Saya kesal gara-gara susah move on, parahnya kali ini dari drama "Do You Like Bhrams?"

Park Eun Bin, kenapa sih selalu bikin saya jadi drama hangover yang mana membuat merasa jiwa ini terperangkap dalam plot cerita dan susah banget move on-nya.

2017 lalu Park Eun Bin sama Son Seung Won bikin gagal move on lama banget gara-gara dua season mereka nggak jadian-jadian juga di drama. Sampai kepikiran sepanjang tahun saya tuh. Please lah season 3 pleaseeeeeeeeeee.

Kali ini, Park Eun Bin bersama Kim Min Jae dalam drama "Do You Like Bhrams?" yang bikin saya susah move on. Buat saya chemistry mereka di drama itu udah dabest banget lah, tapi ternyata di behind the scene lebih aktif ya bund.

Ya saya tahu sih di luar drama saat pembuatan behind the scene itu gimmick pun tetap harus dilakukan. Tapi ini sudah keterlaluan, karena di luar drama, chemistry mereka lebih dahsyat.

Baca:

Drama Korea terbaik 2017

Review Drama Do You Like Brahms?


"WAH NGGAK BISA NIH GINI TERUS!"

Terus saya klik drama Record of Youth, udah kelar episode satu terus saya merasa nggak dapet chemistry pemainnya. Selain itu, saya baru aja kelar nonton melodrama dan saat ini saya juga lagi nggak pengen sedih-sedih. Udah capek sedih. Jadi pengen drama yang ceria-ceria tapi tetap ada manfaatnya.

APA COBA TUH NONTON DRAMA NYARI MANFAAT. KAJIAN ELGAA KAJIAN.

Terus saya diem.

Diem.

Diem.

Diem.

Diem.

"NONTON DRAKOR APA LAGI NIH!?!?!?!"

Akhirnya saya menelusuri list streaming Drama Korea buat kepo yang tayang sepanjang tahun 2020 ini. Untungnya inget pernah baca review di mana gitu kalau drama Mystic Pop Up Bar bagus. Ya udah saya langsung serius baca-baca review-nya dulu di beberapa blog. Kayanya sih drama Mystic Pop Up Bar ini nggak wah banget sih, tapi okelah buat ditonton.

Ya udah saya pikir nggak rugi juga buat nonton, toh saya suka BTOB dan nggak ada masalah sama Hwang Jung Eum.

Udah kaya junior di SMA-nya Unnie Hwang Jung Eum ya.

Episode satu dimulai dari scene masa lalu kerajaan yang menurut saya agak lambat alurnya. Ya kebetulan saya juga kurang suka drama dengan tema kerajaan. Gara-gara itu, saya nonton satu episode aja sampai dua hari. Tapi di akhir episode satu akhirnya Mystic Pop Up Bar menunjukkan titik terang dan sisi menariknya.

Pemeran Mystic Pop Bar

Dari kiri: Choi Won Young, Hwang Jung Eum, Yook Sungjae

Drama ini diperankan tiga tokoh utama yaitu Hwang Jung Eum, Choi Won Young dan Yook Sungjae. Selain itu, ada beberapa tokoh inti yang saling berhubungan dan jadi kunci dari drama ini. Poin plusnya, drama ini nggak kebanyakan tokoh inti dan semua tokohnya punya keterkaitan satu sama lain. Jadi nggak ada peran yang cuma sekadar numpang lewat dan jatuhnya cuma ya gitu aja.

Hwang Jun Eum berperan sebagai Wol Ju

Choi Won Young berperan sebagai Manajer Gwi

Yook Sung Jae berperan sebagai Kang Bae

Jung Da Eun berperan sebagai Kang Yeo Rin, pacar Kang Bae

Lee Joon Hyuk sebagai Kepala departemen kematian Yeom

Oh Young Sil sebagai Sam Sin

Na In Woo sebagai Kim Won Hyung

Sinopsis Mystic Pop Up Bar



Mystic Pop Up Bar menceritakan Wol Ju yang telah menjalani kehidupan selama 500 tahun akibat perbuatannya. Sewaktu muda, ia bunuh diri di pohon keramat sehingga dihukum harus membantu masalah 100.000 orang agar tak dilempar ke neraka kepunahan.

Di satu tahun terakhir menjalani masa hukuman, ia dibantu oleh Manajer Gwi yang merupakan anggota kepolisian Alam Baka selama 500 tahun lamanya. Bersama-sama, mereka membuka kedai mistis untuk mencari pelanggan dan membantu menyelesaikan masalah orang-orang melalui mimpi.

Tapi, tidak semua orang bisa terbuka akan masalahnya. Hingga suatu hari, Wol Ju dan Manajer Gwi bertemu Kang Bae yang punya keistimewaan. Manusia biasa yang menyentuh Kang Bae, otomatis akan menceritakan masalahnya.

Pertemuan itu akhirnya membuat Wol Ju dan Kang Bae menyepakati kontrak: Kang Bae akan mencarikan 9 orang terakhir untuk dibantu masalahnya, dan Wol Ju akan menutup pintu penglihatan spiritual Kang Bae agar bebas bersentuhan dengan manusia lainnya. Meski pun sampai saat Wol Ju menolongnya, penglihatan spiritual Kang Bae maalah semakin terbuka karena bolak-balik dunia nyata dan alam baka.

Review Mystic Pop Up Bar

Drama ini bertema fantasi komedi, perpaduan antara Hotel Del Luna dan He's Psychometric.

Semua yang ada dalam drama Mystic Pop Up Bar tentu bener-bener fantasi karena adanya dunia nyata, alam mimpi serta alam baka, tapi tetap bisa dinikmati secara baik. Ceritanya yang rumit dikemas secara ringan dan menyenangkan tanpa ada dramatisasi berlebihan, meski pun kalau dipikir-pikir kisah Wol Ju dan Manajer Gwi ini menyakitkan. Juga kisah cinta Kang Bae yang nggak pernah berhasil karena tiap disentuh cewe ujung-ujungnya... Dicurhatin.

Akting tiga tokoh utamanya bener-bener nggak perlu diragukan lagi. Wol Ju yang memiliki karakter pemarah tetapi sebenarnya hangat dan setia ini sukses bikin yang liat jatuh cinta. Sementara Manajer Gwi punya karakter yang tidak terlalu menonjol, karena terus menahan diri di sisi Wol Ju. Yang pasti, Manajer Gwi ini sosok pria idaman ya yang bisa diandalkan kapan saja dan selalu sabar menghadapi Wol Ju yang hobinya marah-marah.

UUUUUUWWWW~~~

Sungjae yang terakhir main drama Goblin ini tetap menunjukkan kualitas aktingnya. Sejak School 2015 akting Sung Jae emang nggak pernah mengecewakan. Berperan sebagai Kang Bae, Sungjae menjadi sosok yang baik hati dan polos. Karakter Hang Bae beneran cocok banget sama wajah Sungjae.

Mungkin plot cerita Mystic Pop Up Bar udah klise dan banyak ditemui di drama-drama lain, penyajiannya pun juga bukan sesuatu yang luar biasa banget, tapi drama ini tetap menyenangkan dan hangat untuk ditonton. Terlebih,  Mystic Pop Up Bar cuma 12 episode, jadi drama ini punya cerita yang padat dan nggak bertele-tele. Episode yang nggak banyak itu juga bisa jadi faktor drama ini nggak perlu terlalu menonjolkan sisi tragis yang menye-menye atau sisi-sisi kelam lain. Semuanya disajikan terasa pas!

Setiap orang punya masalah hidupnya masing-masing

Foto: Instagram @jtbcdrama

"Tidak hanya aku yang kesulitan, setiap orang begitu"

Dalam 12 episode, penonton akan diajak melihat kisah hidup setiap orang. Bahwasanya, semua orang mempunyai masalahnya sendiri, punya lukanya sendiri, punya aib yang selalu ingin ditutupi, punya dendamnya masing-masing, dan punya hal-hal yang tidak selesai dalam hidupnya.

Namun, nggak semua orang ingin menceritakannya.. Atau tidak menemukan orang yang tepat untuk bercerita.

Wol Ju, Manajer Gwi, dan Kang Bae, akhirnya membantu satu per satu manusia bahkan roh memecahkan masalah demi masalah manusia lewat dunia mimpi. Semua itu dilakukan agar manusia hidup tenang dan move on ke babak baru hidupnya.

Dari kasus-kasus yang diselesaikan itu juga, Wol Ju, Manajer Gwi, dan Kang Bae saling belajar dari kehidupan orang lain.

"Kita hanya menunjukkan luka kita kepada orang dengan luka yang sama"

Mystic Pop Up Bar tentang manusia dan kemanusiaan. Melalui satu demi satu kasus, penonton akan belajar tentang kasih sayang, saling memaafkan, perjuangan, dan jangan menyia-nyiakan kesempatan atau seseorang.

Nggak ada manusia yang bisa menyelesaikan masalahnya sendirian

Instagram @jtbcdrama

"Kehidupan adalah hidup bersama orang lain. Kau tak bisa terus bermain sendiri. Permainan yang sesungguhnya... Hiduplah di kehidupan yang sesungguhnya."


Sekuat-kuatnya manusia, tetap membutuhkan orang lain untuk membantu menyelesaikan masalah hidupnya. Baik Wol Ju, Manajer Gwi, dan Kang Bae, masing-masing juga punya masalah hidup masing-masing. Sekuat-kuatnya Wol Ju dan Manajer Gwi, ternyata mereka butuh Kang Bae untuk membantu menyelesaikan 100.000 kasus.

Secara perlahan, Wol Ju, Manajer Gwi, Kang Bae menjadi tim yang baik dan saling melengkapi. Hubungan mereka pun menjadi manis dengan caranya sendiri.

"Setiap orang punya luka yang sakit bila disentuh sedikit saja. Kita ingin menunjukkan luka yang ingin kita tutupi ketika melihat orang yang memiliki luka sama dengan kita. Aku tahu, aku juga merasakan sakit itu. Jadi, kau bisa menangis di depanku. Saat kita menunjukkan diri kita yang sesungguhnya dan mereka melakukan hal yang sama, kita mulai saling mengenal sedikit demi sedikit."

Instagram @jtbcdrama

Wol Ju dan Manajer Gwi yang sama-sama kuat akhirnya menemukan Kang Bae yang selalu harus dilindungi. Sedangkan Kang Bae yang sepanjang hidup nggak punya teman, akhirnya menemukan orang yang bisa bersama-sama dengannya dalam waktu lama.

Meski berawal dari simbiosis mutualisme, hubungan Wol Ju, Manajer Gwi, dan Kang Bae berakhir tulus satu sama lain. Bersama-sama, mereka saling membantu dan menjadi tempat bersandar.

Foto: Instagram @jtbcdrama

Instagram @jtbcdrama

Pada akhirnya, masing-masing dari kita akan sampai di tahap keikhlasan

Foto: Instagram @jtbcdrama

"Apa pun masalahnya, semua pasti akan berlalu dari kehidupan kita."

Banyak dari kita yang masih sulit menerima apa yang terjadi dalam kehidupan. Wol Ju dan Manajer Gwi yang kesulitan dengan masa lalunya, Kang Bae yang merasa kesulitan sepanjang hidupnya.

Dengan kesakitan masa lalu dan sulitnya kehidupan, Mystic Pop Up Bar nggak lantas jadi mendramatisir kehidupan. Malahan, saya bisa melihat bagaimana mereka tetap berpikiran positif dan tetap semangat ceria dalam kehidupan ini. Proses itu pun nggak terjadi dalam waktu sebentar tentu aja. Wol Ju dan Manajer Gwi sudah menjalani kehidupan 500 tahun lamanya. Mereka sudah terlalu muak dan tua buat merasakan drama-drama masa lalu yang menyakitkan.

"Seberat apa pun sekarang, aku akan mencoba bertahan. Aku sudah berusaha hidup dengan baik dan aku tak mau tamak," Kang Bae.

Sedangkan Kang bae juga sudah hidup sendiri selama bertahun-tahun lamanya. Jadi setiap kali ada hal buruk terjadi, Kang Bae tetap bisa menghibur dirinya sendiri kalau dia sudah melalui banyak hal menyakitkan.

Jadilah pendengar yang baik untuk seseorang

Foto: Instagram @jtbcdrama


"Setiap manusia di bumi ini, bisa bertahan hidup bila ada satu orang yang mau mendengarkan ceritanya."

Kang Bae yang punya kemampuan istimewa karena bisa membuat orang bercerita saat menyentuhnya pun akhirnya sadar bukannya tak suka mendengarkan cerita orang lain. Tetapi, Kang Bae justru sedih karena hanya bisa mendengarkan cerita orang lain tanpa bisa membantunya.

Sementara itu, setelah melalui 100.00 kasus, Wol Ju akhirnya menyadari jika banyak orang yang bisa selamat jika punya pendengar yang baik. Banyak orang yang akan baik-baik saja jika ada orang di sisinya meski hanya mendengarkan. Wol Ju pun berpikir dia akan selamat 500 tahun lalu jika ada satu orang saja yang mendengarkan ceritanya.

Perpaduan Kang Bae yang bisa jadi pendengar serta Wol Ju dan Manajer Gwi yang bisa membantu, pada akhirnya bisa menyelamatkan banyak orang.

Tetap menjadi baik dan tulus kapan pun

Foto:Instagram @jtbcdrama

"Semua orang harus hidup dengan baik selama masih hidup. Bila kalian membantu seseorang dengan tulus, nantinya perbuatan kalian akan dibalas tanpa disadari.

Susah ya, meski kita tau itulah kodrat sebagai manusia; Bersikap baik dan tulus.

Kang Bae di sini adalah sosok manusia yang selalu baik dan tulus tanpa pernah memikirkan sisi lain manusia. Waktu melihat karakter Kang Bae, saya percaya ada manusia yang benar-benar baik dan tulus karena saya punya beberapa teman yang begitu.

Karena Mystic Pop Up Bar adalah drama tentang reinkarnasi, drama ini juga mengingatkan apa yang kita tabur di dunia ini pasti akan ada balasannya nanti. Entah di dunia langsung dibayar tunai, entah nantinya di akhirat.Kalau di drama ini sih, pas reinkarnasi. Setiap orang akan membayar semua perilakunya di kehidupan selanjutnya.

"Takdir hidup kita sudah ditentukan oleh yang Yang Mahakuasa. Tapi, Yang Mahakuasa lebih mudah tersentuh daripada yang kamu kira. Hal kecil yang kamu katakan atau lakukan, bisa mengubah takdir itu."

Pokoknya tetap (berusaha) jadi orang baik dan tulus kaya Kang Bae!

Kamu sudah bekerja keras, duduklah dan berbicara dengan seseorang,  tetap semangat!

Foto: Instagram @jtbcdrama

"Bukankah kita melihat mukjizat setiap hari? Mukjizat bahwa kita masih hidup. Mukjizat bahwa orang itu ada di sisimu. Mukjizat bisa minum bersama orang itu."

Kedai mistis pada akhirnya tak sekadar kedai. Di kedai ini, orang-orang yang lelah bisa berhenti sejenak untuk duduk, minum, dan berbicara dengan orang lain tentang apa pun. Dengan melepaskan semua keluh kesah, kita akan bisa tidur lebih tenang, bermimpi indah, dan bangun tidur dengan keadaan lebih baik.

Toh, pada akhirnya semua orang akan bahagia. Jika belum bahagia, tentu itu belum akhir.

Di episode terakhir Mystic Pop Up Bar menyajikan cerita yang cukup sedih. Tapi pas nonton saya cuma sedih sewajarnya, karena saya yakin drama ini akan bahagia karena sudah berada di episode akhir. Meski pas menyadari itu, saya juga nggak yakin hidup saya akan bahagia pada akhirnya.

Emang manusia ya, kalau lagi susah tuh pesimis banget sama kehidupan. Mungkin saya kurang ngobrol sama orang-orang.

Jadi, setelah membaca tulisan ini, siapa orang yang ingin kamu ajak bicara tentang masalahmu lalu bergantian mendengarkan keluh kesahnya?

"Ayo duduk. Hari ini pun kau pasti sangat lelah. Kau sudah bekerja sangat keras. Maukah kau minum denganku?"

I'll miss you | Foto: Instagram @jtbcdrama

 

 

Comments