Sepotong Januari

12:49 AM

Januari.

Entah pada tahun yang mana, Januari adalah sebuah momentum kehilangan. Sesal menyeruak di hari-hari berdampingan dengan rindu yang samar-samar, berusaha dihilangkan. Hari-hari bulan Januari diisi dengan pengharapan penuh atas khayalan yang terlalu melebihi batas. Namun harapan berhasil membuat kaki lebih kuat, meski pikiran mengobrak-abriknya.

Januari.

Aku terjatuh dan lututku berdarah. Sembuh seketika hanya dengan tatap mata khawatirmu. Mata yang sulit sekali kuterka segala maknanya. Membuatku nyaris gila dengan tanya yang begitu rusuh. Belum aku selesai dengan matamu, senyummu menambah beban harapan. Senyum yang sama sekali tidak tertebak arah lengkungnya.

Januari.

Ternyata sudah tiada kamu. Padahal genggamanku masih begitu erat. Yang kusentuh hanyalah angin. Kosong. Membuat hatiku patah serasa ada sayatan pelan namun tajam tercipta.

Januari.

Kukenang satu tanggal yang sama sekali tak ada. Tahu aku memang mengada-ada saja.

You Might Also Like

0 komentar

Berikan komentarmu untuk tulisan ini, yuk!

Subscribe