Gunung Ireng dan Pantai Butuh Jogjakarta

1:08 AM



Sekarang ini, semakin banyak tempat-tempat baru untuk melihat matahari terbit di Jogjakarta. Kali ketiga saya menonton matahari terbit di Jogjakarta adalah di Gunung Ireng, suatu tempat yang belum begitu ramai. Padahal, rute menuju Gunung Ireng ini sangat mudah sekali dan tidak membutuhkan waktu lama dari Kota Jogjakarta. Saya berangkat sekitar pukul 04.50 dan sampai di Gunung Ireng sekitar pukul 05.20. Rutenya sangat mudah, ambil jalan menuju bukit bintang dan perempatan pertama setelah bukit bintang belok kanan. Saya agak lupa rute selanjutnya tetapi seingat saya jalannya lurus terus saja sampai menemukan papan petunjuk. Akses jalannya tidak begitu sulit kalau dibandingkan dengan wisata-wisata Jogja lain yang pernah saya datangi.

Begitu sampai, hanya ada sepasang (semoga) suami istri muda yang ternyata berkemah di sana. Suasana masih gelap dan saya bisa benar-benar menikmati momen menunggu matahari terbit ini dari awal. Sejak gelap, mulai terlihat kabut, matahari terbit, dan pancaran cahaya yang indah.




Selepas melihat matahari terbit, tanpa rencana perjalanan dilanjutkan menuju pantai karena hari masih terlalu pagi, masih pukul 07.00. Perjalanan dilanjutkan selama dua jam menuju Pantai Butuh. Pantai ini terletak sebelum pantai Ngedan/Ngeden di daerah Saptosari, bukan berada pada deretan pantai Baron dan Kukup melainkan menuju Pantai Ngunyahan dan Ngobaran. Tetapi, kita akan berbelok ke kanan ketika menemui pertigaan yang kalau kiri menuju ke Baron dan lurus ke Pantai Ngunyahan. Setelah belok kanan dan meneruskan perjalanan beberapa menit, akan ada plang di pinggir jalan menuju Pantai Ngedan. Ikuti saja papan petunjuk Pantai Ngedan. Nanti sebelum pantai Ngedan ada belokan menanjak ke kanan menuju Pantai Butuh.

Pantainya..... masih perawan. Masih biru-birunya dan indah-indahnya. Lagi-lagi, hanya ada satu tenda berdiri yang semoga saja suami istri sedang berkemah. Mendarat di Pantai Butuh benar-benar seperti berada di pantai pribadi karena pantai ini belum terkenal dan terjamah manusia.




You Might Also Like

1 komentar

Berikan komentarmu untuk tulisan ini, yuk!

Subscribe