Yang Jatuh pada Suatu Sore

2:01 AM

Sore itu bukan matahari yang bergerak turun, tapi titik-titik air mengambil alih. Seorang perempuan yang semula berjalan mengikuti irama lagu sendu segera mempercepat langkah. Kemeja warna abu-abu yang dikenakannya secara cepat mulai terlihat titik-titik akibat terkena air hujan yang jatuh. Larinya mulai kencang sembari meletakkan tas di atas kepala, melindungi rambut hitam panjangnya yang diikat. Hujan deras terjadi dalam beberapa menit saja. Cepat dan tak terduga.

Perempuan itu memilih berteduh di depan minimarket 24 jam bersama beberapa orang lainnya, tepatnya tiga laki-laki kantoran yang dapat dilihat dari kemejanya juga seorang laki-laki juru parkir. Setelah merasa aman dan terlindungi, ia mulai mengatur kembali napas lalu mengamati orang-orang yang berteduh bersamanya.

Pandangannya jatuh pada laki-laki yang sedang menatap jalan sambil mengangguk-anggukan kepala, seolah tidak keberatan pada hujan yang menghentikan perjalanan atau aktivitasnya. Laki-laki itu menggunakan kemeja biru tua yang bagian lengannya tergulung cukup tinggi, celana kain warna hitam, dan sepatu yang sewarna dengan celananya. Bagian bawah kemeja biru tua yang dimasukkan ke celananya sudah mulai tidak rapi. Sebuah earphone terpasang di telinganya.

Hati perempuan itu langsung terjatuh.

Seperti hujan deras yang terjadi dalam beberapa menit saja, begitupun dengan cinta. Cepat dan tak terduga.

You Might Also Like

0 komentar

Berikan komentarmu untuk tulisan ini, yuk!

Subscribe