[ Review ] Drama Korea Romance is a Bonus Book: Untuk yang Jatuh Hati pada Lee Jong Suk dan Buku

12:57 AM

Romance is a Bonus Book | Source: Soompi

"Dan-I adalah alasan aku tak percaya cinta," - Cha Eun Ho, Romance is a Bonus Book Episode 1.

Kalimat di menit-menit akhir episode satu itu membuat saya akhirnya memutuskan lanjut menonton drama Korea Romance is a Bonus Book.

Saat itu juga saya langsung mikir, drama ini mungkin akan relate dengan kehidupan banyak orang yang masih sendiri. Saya percaya ada banyak alasan kenapa orang masih sendiri, yang justru satu di antaranya karena alasan internal bukan dari eksternal.

Dia nggak percaya cinta.

Sampai akhirnya dia menemukan orangnya.

Kaya drama ini.

Terlalu lucu. | Source: Instagram TVN

Romance is a Bonus Book dibintangi oleh Lee Jong Suk sebagai Cha Eun Ho dan Lee Na Young sebagai Kang Dan-I.

Ya tentu saja alasan saya iseng banget klik drama ini karena pemainnya Lee Jong Suk. Siapa yang mampu mengingkari senyum oppa yang satu ini?

Siapa?????

Yang disenyumin Lee Na Young, yang pingsan saya. | Source: Instagram TVN

Akting Lee Jong Suk sama seperti drama-drama yang diperankan sebelumnya: Tidak mengecewakan.

Ya gimana mau kecewa kalau sebenarnya peran dia dari satu drama ke drama lain sebenernya itu lagi itu lagi. Peran kaya Cha Eun Ho ini ibaratnya udah jadi makanan sehari-hari buat Lee Jong Suk.

Tatapan matanya yang dalam dan senyumnya yang manis... Ah udahlah sampai pusing saya nontonnya.

Sedangkan ini pertama kalinya saya nonton aktingnya Lee Na Young. Romance is a Bonus Book jadi drama pertama Lee Na Young setelah sembilan tahun lamanya.

Tahun 2010 saya lagi sibuk mau SNMPTN nggak nonton drama Korea, thanks.

Secara keseluruhan sih akting Lee Na Young sih memuaskan. Cuma kok kadang-kadang saya merasa ada di momen, "Duh keliatan banget nih beda usianya sama Lee Jong Suk!"

Mau kesel tapi kok ya emang ini maksud dramanya Maliiiiiih, beda usianya di ceritanya kan emang delapan tahun!!!!!!!

Drama Korea ini bercerita tentang sepasang sahabat Cha Eun Ho dan Kang Dan-I berbeda usia delapan tahun yang mana cewenya lebih tua. Yak, apakah sudah ketebak? Sudah?

Romance is a Bonus Book menceritakan kehidupan Cha Eun Ho sebagai kepala editor muda yang tampan dan pintar, bersama Kang Dan-I, yang dulunya adalah copywriter tapi harus berhenti karena memilih fokus menjadi ibu rumah tangga.

Drama ini menceritakan perjuangan Kang Dan-I untuk kembali mendapatkan pekerjaan setelah bertahun-tahun tidak bekerja, yang kemudian menjadi awal baru kehidupannya.

Episode satu dimulai saat Cha Eun Ho membuka pintu dan tersenyum menemukan Kang Dan-I memakai gaun pengantin. Belum sempat ngobrol, Kang Dan-I kedatangan teman-temannya dan membuat Cha Eun Ho memilih pergi sambil berkata lirih,

"Kamu cantik."

Bukan, bukan Cha Eun Ho calon suami Kang Dan-I. Cha Eun Ho justru akan menjadi pemain piano mengiringi Kang Dan-I masuk ke altar.

Sakit kepala kumelihatnya. | Source: Instagram Lee Jong Suk


YA AMPUN SCENE CHA EUN HO MAIN PIANO BIKIN HATI SAYA MELELEH. HENTIKAN! JANGAN LAGI ADA SCENE KAYA GINI HUHUHU.

Tapi, scene selanjutnya ternyata belum scene pernikahan, melainkan momen di mana Kang Dan-I kabur karena belum siap. Dan Cha Eun Ho, membawanya kembali ke lokasi pernikahan, membiarkan Kang Dan-I bersama pria pilihannya.

Hingga bertahun-tahun kemudian, Kang Dan-I mempertanyakan keputusannya saat itu.

"Kalau aku tak kembali ke lokasi pernikahan, hidupku sekarang akan seperti apa?"

Yap, bertahun-tahun menikah dan punya seorang anak, Kang Dan-I bercerai dengan suaminya. Dari situlah hidupnya yang menderita dimulai.

"Kurasa hidup punya hari-hari yang dingin," Kang Dan-I.

Bisnis suami bangkrut, rumah disita, uang nggak ada, anak sekolah di luar negeri, dan nggak punya pekerjaan. Kang Dan-I harus luntang-lantung sampai akhirnya menemukan lowongan sebagai staf pembantu di penerbitan tempat Cha Eun Ho bekerja. Posisinya saat itu tidak membutuhkan latar belakang pendidikan dan batas usia. Kang Dan-I yang tidak punya pilihan akhirnya memilih mengaku sebagai lulusan SMA.

Sejak saat itu, kehidupan Kang Dan-I mulai tertata. Begitu juga dengan kisah cintanya.

Belajar tentang cinta yang tidak tergesa-gesa

"Bulannya indah." | Source: Instagram TVN

"Saat Dan-i tersenyum, aku bahagia. Saat Dan-I menangis, hatiku sangat hancur. Saat dia kesulitan, aku pun begitu. Aku rindu saat dia tak ada. Jika itu yang dinamakan cinta, maka aku cinta dia. Tapi aku tak tahu aku menyukainya sebagai teman atau sebagai pribadi dirinya. Aku ingin tahu perasaanku. Aku akan sangat berhati-hati sehingga orang mengira aku ragu-ragu. Aku ingin memastikan 100 kali lagi tentang perasaanku padanya."

Cha Eun Ho dan Kang Dan-I udah saling mengenal sejak sekolah karena suatu insiden. Di awal-awal episode, penonton nggak melihat adanya 'Cinta yang menggebu-gebu' dari seorang Cha Eun Ho. Bahkan, penonton bisa jadi ikut bertanya-tanya apakah Cha Eun Ho memang benar ada perasaan pada Kang Dan-I atau nggak hingga itu semua ditegaskan dari adegan-adegan flashback mereka sejak masih muda.

Ternyata memang Cha Eun Ho sudah ada perasaan sejak masih SMA, tetapi dia tidak buru-buru menamai itu cinta.

Nggak kaya sekarang, dikit-dikit sayang, dikit-dikit cinta.

:(

Salah satu momen flashback | Source: Instagram TVN


Jangan buru-buru menamai itu cinta

Oppa design grafis mau nggak gambar masa depan sama aku? | Source: Instagram TVN
"Kau terus bilang tak punya tujuan. Hentikan itu. Aku rumahmu," Cha Eun Ho.

AMBYAR.

Seperti drama-drama pada umumnya, kehadiran orang ketiga selalu dibutuhkan untuk membuat satu atau dua pemeran utamanya sadar akan cintanya. Begitu juga di drama ini.

Kang Dan-I, 37 tahun, baru bercerai dan punya seorang anak, ditaksir design grafis muda yang sukses, dan pertemuan mereka juga layaknya dongeng. Gimana nggak jatuh cinta?

Bedanya, kalau mungkin di drama lain pemeran pria Cha Eun Ho bakal cemburu lalu mengejar wanita, di sini Cha Eun Ho nggak melakukannya. Memang ada beberapa momen Cha Eun Ho cemburu dan melakukan aksi-aksi licik (Tapi gemes monmaap) supaya Kang Dan-I nggak deket-deket sama si design grafis. Tapi ujung-ujungnya nggak dilakukan, karena baginya yang penting adalah kebahagiaan Kang Dan-I.

HALAAAAAAAAAAAH BULLSHIT.

(Sok jadi anti cinta cinta club)

Bahkan ada momen di mana Cha Eun Ho memergoki Kang Dan-I bakal berangkat kerja bareng si design grafis. Bukannya fokus ke cemburu, tapi justru khawatir gara-gara liat Kang Dan-I lari-lari menemui si design grafis.

Huhu sederhana tapi berkesan.


Scene yang tidak baik ditonton jomlo. | Source: Instagram TVN





Tentu saja Dan-I sempat jatuh cinta pada si design grafis hingga ia mengetahui perasaan Cha Eun Ho padanya. Perlahan, dia menyadari kalau yang dia butuhkan di dunia ini adalah Cha Eun Ho. Cinta tidak penting lagi di usianya.

"Apa bagusnya sangat mengetahui seseorang? Aku hanya butuh orang yang cocok denganku. Seseorang yang mengenalku dan kukenal baik juga."

Ada satu momen di mana Kang Dan-I mulai mempertanyakan perasaannya pada Cha Eun Ho dan bercerita pada si design grafis.

Bukan cerita-cerita yang biasa. Nggak ada kalimat, "Eh eh lo tau nggak sih?!?!?" atau "Curhat dooong shaaay!"

Kang Dan-I justru mengibaratkan Cha Eun Ho sebagai buku yang sudah dipunya dan dibaca sejak lama, tapi kemudian buku itu berubah. Buku itu mendadak punya kalimat-kalimat baru yang tidak disadari sebelumnya.

"Aku punya sebuah buku yang sudah lama. Bukunya sangat bagus. Kapan pun aku merasa sedih, senang atau hampa, aku membacanya. Aku akan mengingat kutipan dari situ, karena sering membacanya. Tapi belakangan ini buku itu terasa agak aneh, tiba-tiba saja. Walau aku membaca kalimat yang pernah kutandai, aku tak tahu kenapa aku menandainya. Padahal itu buku yang telah kubaca berulang kali, tapi aku terus melihat kalimat-kalimat baru. Aku menyadari bahwa banyak kalimat yang terlewat. Rasanya seperti membaca buku baru."

Dan jawaban si design grafis lebih menohok.

"Begitulah buku yang bagus. Jika baca ulang buku yang sama saat berumur sepuluh tahun, rasanya akan berbeda karena kita sudah berubah. Buku milikmu tak berubah, hati pembacanya sudah berubah."

JLEB JLEB JLEB JLEB.

Jawaban itu yang kemudian membuat Kang Dan-I menemukan isi hatinya dan akhirnya memutuskan hubungan dengan si design grafis.

Design grafis itu, bukannya kecewa, justru mengeluarkan kutipan maha dahsyat yang lagi-lagi menohok.

"Kita lipat dahulu ujung halaman hubungan kita, Ada kalanya kita ingin berhenti sejenak membaca buku. Jadi, kita tandai ujung halaman bukunya, untuk dilanjutkan nanti."

Dan sayangnya, buku itu tidak terbaca lagi selamanya.

Kadang, cinta nggak perlu diucapkan dengan kalimat 'Aku Cinta Kamu'. Karena, cinta itu tentang rasa peduli


"Saljunya indah." | Source: Instagram TVN


"Dua orang lama menghabiskan waktu bersama, tak perlu kata untuk menyatakan perasaan."

Jangan harap Cha Eun Ho akan melontarkan kata-kata puitis yang bisa bikin Kang Dan-I klepek-klepek dalam drama ini.

Cha Eun Ho mengungkapkan semuanya lewat kepeduliannya pada Kang Dan-I. Semua rasa cinta itu tergambar dari interaksi Cha Eun Ho dan Kang Dan-I, tergambar dari kepedulian mereka satu sama lain. Tanpa kata-kata cinta yang dilebih-lebihkan.

Justru, drama ini mengajarkan bahwa ada cara lain dalam mengucapkan cinta.

"Alih-alih 'Aku mencintaimu', Soseki Natsume bilang 'Bulannya indah'. Itu malam yang mengingatkanku padanya. Itu sebabnya, aku bilang padamu, 'Bulannya indah.'

Aku baru bilang lagi. Aku bilang padamu, 'Saljunya indah'."

Nggak cuma soal cinta


Pemasaran, direktur, kepala editor, CEO, editor | Source: Instagram TVN



"Tidak ada buku yang terbit dengan sendirinya. Sebuah buku mengandung nama dan jiwa dari banyak orang yang bekerja keras di balik layar."

Romance is a Bonus Book nggak melulu soal kisah cinta Cha Eun Ho dan Kang Dan-I. Drama ini memperlihatkan dunia penerbitan buku yang selama ini nggak banyak orang tahu. Apalagi, drama ini detail membahas awal mula penerbitannya sampai sukses, dan job desc dari masing-masing posisi.

Penonton bisa melihat gimana CEO dan direktur di penerbitan mengambil keputusan agar supaya mendapat keuntungan tapi tetap manusiawi kepada pegawainya.

Penonton juga bisa melihat gimana ribetnya para editor dalam mengedit suatu naskah, kebahagiaan editor saat naskahnya cetak, hingga pusingnya editor saat naskah mereka ada kesalahan atau gagal.

Dan yang paling seru buat saya pribadi sih bagian pemasarannya. Seru banget ngikutin mereka rapat buat menentukan bagaimana buku itu akan dipasarkan hingga jadi menarik. Terutama saat buku yang terbit bener-bener dari penulis baru.

Drama yang menghangatkan hati




"Sebuah buku mungkin tak bisa mengubah dunia atau kehidupan seseorang. Tapi buku yang bagus pasti akan dibaca banyak orang. Kemudian, sedikit demi sedikit, itu akan menghangatkan hati seseorang."

Romance is a Bonus Book cocok ditonton khusus buat mereka yang menyukai buku. Buat mereka yang selalu senang setiap kali mencium aroma kertas dari buku yang baru saja dibelinya. Buat mereka yang tersenyum hanya dengan melihat tumpukan buku di sudut kamarnya. Buat mereka yang hatinya selalu hangat ketika selesai membaca buku.

Karena satu hal tak terlupakan ketika saya selesai menonton drama ini-- di balik segala kekurangan yang ada, adalah; Hati saya menjadi lebih hangat.

"Setiap orang seperti buku, menunggu ditemukan dan dibuka untuk dilihat isinya."

You Might Also Like

1 komentar

Berikan komentarmu untuk tulisan ini, yuk! Btw kalau mau komen bisa lewat PC ya :)

Subscribe