Tetaplah Bahagia, Karena Oppa Kyuhyun Nggak Tanggung Jawab

11:39 PM

Indonesia mulai memasuki musim di mana kenangan lebih banyak berjatuhan daripada airnya. Yes, sudah lewat bulan Oktober dan Yogyakarta belakangan ini tiada hari tanpa hujan. Menurut hasil chat dengan beberapa orang sih kota lain juga lagi sama aja kuantitas hujannya. Oke let’s say ini adalah waktu yang sangat berbahaya untuk hati yang rapuh.

Elah. Dasar galauers.

Hujan yang terjadi belakangan ini memang nggak kenal waktu karena bisa turun jam berapa aja. Termasuk pagi-pagi di mana biasanya orang bangun disambut matahari sambil ngulet-ngulet cantik. Sama aja kaya hujan awal bulan November lalu, saat divisi social media officer mengadakan monthly WIP yang konsumsinya ditanggung 100% sama mamah head (penting dibahas) (karena ada gratisan) (mental anak kos). Waktu itu masih jam 10 pagi tapi suasananya udah mendung banget dan hujan beneran turun pas monthly WIP selesai. Bersama-sama kita menerjang hujan menuju kantor tanpa memakai mantol. Soalnya hujannya nggak deres-deres banget, tapi ya tetep aja basah.

Ya iyalah namanya juga air.

Suasana di dalam kantor ternyata sama aja kaya di luar. Sepi, mendung, dingin, karena beberapa socmed officer memutuskan nggak ke kantor. Seperti biasa saya mengambil tempat tepat di sebelah jendela, membuka laptop, pasang earphone, dan mulai cari-cari ide konten. Sesekali saya melihat ke luar jendela, menatap rintik-rintik air hujan di luar sana. Niatnya cuma mau istirahatin mata dari layar laptop sebentar. Tapi namanya juga hidup, tiba-tiba playlist muter lagu At Gwanghwamun milik anggota termuda Super Junior, Kyuhyun. Padahal itu lagu lama, tapi feel sedihnya awet banget.

Pokoknya kalau saat itu adalah salah satu scene sinetron, pasti sinematografinya keren banget. Karena sepanjang lagu At Gwanghwamun keputer, saya menatap hujan di balik jendela kantor dengan penuh penghayatan. Kece banget pokoknya, berasa Dian Sastro lagi galauin Nicholas Saputra.

Emaap.

Sementara di Indonesia lagi musim hujan, di Korea sana sedang terjadi musim gugur menuju musim dingin. Sementara saya di sini lagi buang-buang uang untuk urusan duniawi alias bersenang-senang, SM Entertaiment lagi menghamburkan hartanya untuk berkarya dan menerima uang yang lebih besar lagi pada akhirnya. Yap, SM Entertaiment lagi gila-gilaan release music video dari artis-artisnya dan hampir semuanya adalah lagu ballad. Untung saya nggak jatuh cinta sama lagu-lagu itu, jadi cuekin aja. Tapi lagi-lagi, namanya juga hidup. Musim gugur kali ini Kyuhyun kembali merilis album ballad. Kalau yang ini sih nggak usah diragukan lagi. Waktu nonton teaser lagu terbaru Kyuhyun, saya udah sedih. Mana ada dua lagu yang dirilis bersamaan pada hari Kamis, sebuah hari di mana saya harus bikin konten dan nggak boleh pakai perasaan dalam hal apapun.

Belajar dari pengalaman nonton music video milik BTOB-Blue (baca di sini), saya nggak mau melakukan kesalahan yang sama dengan ikut kebawa perasaan oleh lagunya Kyuhyun dan berujung pada jeleknya konten yang saya buat.



Pada album kali ini, lagu andalan Kyuhyun adalah Blah Blah dan Still. Sepintas judul Blah Blah ini memang aneh, malah saya sempat mengira Kyuhyun mau keluar jalur dan nyanyi lagu alay seperti The One-nya EXO-CBX (baca di sini). Tapi ternyata, teaser video klip Blah Blah sedih sekali (abaikan) (dasar lebay). Penasaran banget pokoknya sama konsep yang mau dipakai SM Entertaiment kali ini. Dan begitu dua video klipnya release tepat pada hari kamis, saya sudah menahan godaan buat buka YouTube. Tapi memang susah nahan godaan tuh, akhirnya saya memutuskan untuk play video klip Blah Blah dan Still setelah sebelumnya berjanji pada diri sendiri untuk nggak kebawa perasaan terus jadi galau tak berujung. Apalagi ini musim hujan.





Lagu-lagunya Kyuhyun memang nggak pernah mengecewakan. Sama halnya dengan dua lagu ini. Sedih? Iya. Bikin galau? Pastinya! Tapi saya menepati janji untuk galau sebentar saja. Kebetulan hidup adalah pembelajaran tiada henti. Kali ini saya belajar lagi, untuk tidak mencampuradukkan perasaan dengan tanggung jawab. Kalau waktunya menulis, ya saya harus berada di posisi saya sebagai socmed officer yang seolah-olah lagi bercerita sama audiens. Setelah itu, baru boleh jadi diri sendiri yang galau cuma gara-gara lagunya Kyuhyun. 



Siapa yang sangka, berawal dari menepati janji untuk tidak galau karena lagunya Kyuhyun, saya menemukan pembelajaran hidup yang lebih besar lagi. Tentang pilihan kita untuk memilih: mau senang atau sedih. Selama ini saya sering banget mendengar kalimat “bahagia itu ada di tangan kita sendiri”, tapi saya nggak pernah ngerti praktiknya. Maksudnya, ya kalau kita memang lagi sedih, gimana caranya coba bisa bahagia. Orang lagi sedih!!!!  Ya, kan?

Tapi ternyata benar kalau perasaan bahagia dan sedih itu ada di tangan kita sendiri. Setelah nonton music video Blah Blah dan Still, saya bawaannya pengen galau sambil mengenang banyak hal apalagi warna langit lagi kelabu. Kemudian saya ingat kalau punya deadline dan memilih untuk tetap bahagia hari itu. Dengerin lagu Lotto, atau lagu-lagu di album terbarunya Shinee. Denger Via Vallen juga dikit biar tetap cinta dan menjaga budaya Indonesia. Pokoknya, membangun mood supaya tetap senang dan berpikir akan ada waktunya buat saya mengkhayati lagu-lagu galau di album terbarunya Kyuhyun.

Terus sampai sekarang nggak ada waktunya. HAHAHAHAHAHAHA.

Pembelajaran tentang “bahagia ada di tangan kita sendiri” terus berlanjut ke level yang tinggi lagi. Kebetulan kegiatan menulis lagi lumayan banyak belakangan ini. Kaya baru selesai satu deadline terus ada lagi. Begitu kelar lagi, udah ada deadline selanjutnya. Gitu aja terus sampai tahu-tahu EXO udah bubar. Tapi karena sudah mulai paham konsep “bahagia ada di tangan kita sendiri”, saya memilih bahagia saat mengejar deadline. Kalau nggak gitu, saya pasti udah kesal banget. Ternyata memilih untuk tetap bahagia itu menyenangkan. Bahkan, saya sudah ada di level denger lagu ballad sambil tetap uget-uget. Sebenarnya ini malah jadi serem sih.

Kesehatanmu, Elg. 

Jadi, kamu pilih bahagia atau sedih dalam menghadapi kehidupan ini? Saya pilih bahagia.

Tapi lain lagi ceritanya kalau anggota termuda EXO, Sehun, bisa nyanyi. Terus dia nyanyi lagu ballad. Mungkin saya akan pilih galau. Tapi untung Sehun nggak bisa nyanyi, jadi saya akan tetap bahagia.

HEHEHEHEMAAPHEHEHEHE.

You Might Also Like

3 komentar

Berikan komentarmu untuk tulisan ini, yuk!

Subscribe