12:38 AM

Aku hendak menerkam tubuh sendiri yang tertera di cermin
Mengoyak-ngoyak seluruhnya agar tak terancam lagi
Aku muak melihat kengerian yang menghantui
Aku ketakutan

Dunia yang kupijak melonjak tidak seimbang
Sudut-sudut miring mulai meracuni seluruh tubuh
Sebuah lurus yang merangkak bengkok, begitu memilukan
Kaki kanan menapak tanah, sebelah kiri berusaha mati-matian.

Bagaimana cara melihat hal baik dari segala yang asimetris?
Mata semakin jengah menemui kejanggalan baru setiap harinya
Aku tidak tahu cara kembali
Atau sekadar memperbaiki yang rusak parah

Tuhan tidak mau tahu, Tuhan ingin aku tetap berjalan
Mengawasi kedua kakiku
Memaki untuk bersyukur
Atas sebuah kesempatan berjalan

Aku ingin berhenti menelisik
Untuk mengusir setan menjeritkan hal yang tak pantas
Tetapi tubuh semakin penuh dengan seni
sebuah mahakarya yang tak mudah dipahami

Sesekali aku bertanya pada Tuhan
Meminta Tuhan mempertimbangkan keseimbangan
Rupanya Tuhan belum menjawab
Dan aku kalang kabut dalam derita

Kaki kanan membengkokkan diri
Agar sejajar dengan kaki yang berduka
Kaki-kaki tetap beriringan
Seolah memaksa tetap berdiri

You Might Also Like

1 komentar

Berikan komentarmu untuk tulisan ini, yuk!

Subscribe